Tiga Metode Algoritma Mengubah Nilai R G B Menjadi Grayscale

Table of Contents

Mempelajari pengolahan citra tidak bisa lepas dari mempelajari yang namanya Gray Scale. Apakah grayscale itu? Mengapa grayscale begitu penting? Supaya citra digital bisa diolah oleh komputer, maka citra digital harus mempunyai format tertentu. Format citra digital yang dipakai adalah citra skala keabuan (Gray Scale). Format citra ini disebut skala keabuan karena pada umumnya warna yang dipakai warna hitam sebagai warna minimal (0) dan warna putih (255) sebagai warna maksimalnya, sehingga warna antaranya adalah abu-abu, seperti ditunjukkan pada gambar diatas. Jadi dapat disimpulkan bahwa grayscale adalah warna perpaduan antara hitam dengan putih, yang mana graycale nantinya juga memiliki tingkat derajat keabuan tersendiri. 

Materi kita sekarang adalah bagaimana caranya kita mendapatkan nilai grayscale dari nilai R G B yang sudah ada dalam gambar? Berdasarkan catatan dokumentasi GIMP, dapat kita telusuri bahwa terdapat tiga macam metode algoritma untuk mengubah nilai R G B menjadi Grayscale. Baiklah, mari kita kupas satu per satu : 

  1. Lightness
    Algoritmanya adalah mencari nilai tertinggi dan terendah dari nilai R G B, kemudian nilai tertinggi dan terendah tersebut dijumlahkan lantas dikalikan dengan 0.5. Secara matematis dapat dirumuskan :
    Grayscale = (max(R,G,B)) + (min(R,G,B)) * 0.5
  2. Average
    Algoritmanya adalah dengan menjumlahkan seluruh nilai R G B, kemudian dibagi 3, sehingga diperoleh nilai rata-rata dari R G B, nilai rata-rata itulah yang dapat dikatakan sebagai grayclase. Rumus matematisnya adalah :
    Grayscale = (R + G + B) / 3 
  3. Luminosity
    Algoritmanya adalah dengan mengalikan setiap nilai R G B dengan konstanta tertentu yang sudah ditetapkan nilainya, kemudian hasil perkalian seluruh nilai R G B dijumlahkan satu sama lain. Rumus matematisnya adalah :
    Grayscale = (0.21 * R) + (0.72 * G) + (0.07 * B)
Dari ketiga macam algoritma diatas, masing-masing metode walaupun sama-sama menghasilkan warna Gray Scale, namun tingkat derajat grayscalenya berbeda-beda, sehingga setiap metode menghasilkan warna abu-abu yang tidak sama persis satu sama lain. Berikut gambaran perbedaan hasil gambar dengan ketiga metode grayscale :


Untuk source code bagaimana menerapkan ketiga algoritma grayscale belum dapat saya lampirkan disini. Insya Allah dilain postingan akan saya berikan source codenya menggunakan bahasa pemrograman java. Demikian, semoga bermanfaat. 


Posted By 







4 comments

Terima kasih telah mampir di blog kami. Jika ingin menghubungi penulis, silakan kirim pesan via email di kitainformatika@gmail.com atau via WA di 087750503014. Jika mood penulis lagi baik, biasanya fast respon.
Comment Author Avatar
Anonymous
December 22, 2014 at 10:24 AM Delete
Ini yang saya cari-cari.
Keren tulisannya,sangat-sangat membantu.
BTW,bgi donk contoh programnya,please....!!! endhyx@gmail.com
Tolong bntuannya bro,saya doakan smga mas bro d beri kesukssn & mkin brtmbh ilmunya. :)
Comment Author Avatar
December 23, 2014 at 11:19 AM Delete
Alhamdulillah jika bermanfaat gan....
Apa yang dapat saya bantu ? Barangkali punya masalah ... (^_^)
Comment Author Avatar
April 28, 2017 at 9:19 AM Delete
source code nya ada gak, mas ?
Comment Author Avatar
April 30, 2017 at 8:23 AM Delete
Wah, dulu ada kayaknya pakai java