Segmentasi Citra: Deteksi Tepi Menggunakan Operator Laplacian

Table of Contents
Operator Laplacian merupakan contoh operator yang berdasarkan pada turunan kedua. Operator ini bersifat omnidirectional, yakni menebalkan bagian tepi ke segala arah. Namun, operator Laplacian memiliki kelemahan, yakni peka terhadap derau, memberikan ketebalan ganda, dan tidak mampu mendeteksi arah tepi (Gonzalez dan Woods, 2002). Operator ini dapat ditunjukkan pada gambar : 

Operator Laplacian
Berdasarkan gambar b #1, nilai operator laplacian, pada (x,y) didefinisikan sebagai :

Program berikut berguna untuk melakukan pengujian terhadap citra berskala keabuan menggunakan operator laplacian pada gambar c #2. 
function [G] = laplacian(F)
% Pemerolehan tepi objek pada citra F
%    melalui operator Laplacian #2
% Hasil: citra G

[m, n] = size(F);
G=zeros(m,n);   % Semua berisi nol

F=double(F);
for y=2 : m-1
    for x=2 : n-1
        G(y, x) = 8 * F(y,x) - ...
             (F(y-1,x-1) + F(y-1,x)+ + F(y-1,x+1) + ...
              F(y,x-1)+F(y,x+1)+ ...
              F(y+1,x-1) + F(y+1,x) + F(y+1,x+1)) ;
    end
end

G = uint8(G);

Simpan program diatas dengan nama laplacian.m, kemudian siapka satu citra untuk pengujian tepi menggunakan operator Laplacian. Cita yang saya gunakan adalah citra kucing berskala RGB berikut : 


Citra kucing diatas dirubah menjadi citra berskala keabuan (grayscale) dengan cara : 

Sehingga citra kucing menjadi : 


Kemudian dilanjutkan dengan implementasi fungsi laplace pada program :

Sehingga hasil akhir implementasi deteksi tepi menggunakan operator Laplacian adalah : 


Sekian, semoga bermanfaat ya..... 


Salam 


Referensi :
Kadir, Abdul dan Adhi Susanto. 2013. Teori dan Aplikasi Pengolahan Citra. Yogyakarta : Andi





Post a Comment